Minggu, 17 November 2013

My Puzzle

Tepatnya sebulan sudah sosokmu menjauhiku...entah sengaja atau tidak sengaja..entah tahu atau tidak tahu..entah suratan atau bukan suratan...hingga kamu menganggap mengenalku adalah kesalahan.....

Tapi aku perlu berterima kasih padamu...bahwa..denganmu aku belajar banyak....belajar tentang bermacam rasa..rasa sakit, perih, terhina, bahagia, haru, sayang...

Hidup ini adalah scenario Allah, artinya semua tidak ada yang salah dalam penciptaanNya. Jalan hidup, peran dimasa depan adalah se misteri Allah itu sendiri. Namun kadang kala..bahkan seringkali aku memaksakan cerita, jalan hidup dan berakhir seperti yang di inginkan.

Sekarang aku mengerti..aku bersyukur telah diingatkan untuk dapat menikmati nikmatNya..begitu indah dan asyiknya menyusun puzzle-puzzle dariNya..tanpa mengharap hasilnya seperti apa..bersyukur untuk diingatkan untuk tidak mengawali dan mengakhiri..karena mengawali dan mengakhiri adalah sifat Allah yang tak mampu aku saingi...

Aku bersyukur atas puzzle keperihan hati ini....dan aku akan menikmati apapun puzzle yang kutemui dalam kehidupan ini..tanpa berharap ujungnya...

Berbahagialah kamu disana..aku memaafkanmu..tidak ada yang salah....

Aku yakin..ukiran namamu yang aku tulis dipantai itu..lambat laun akan hilang..seiring hempasan ombak yang melewatinya...

Pantai ubud, 17 Nov 13...

Published with Blogger-droid v2.0.10

friends never end

Hmm...dikelilingi teman yang selalu ada dalam kesulitan dan kesakitan tentulah anugrah yang indah yang Allah SWT berikan...semoga aku juga selalu ada untuk teman-teman dikala mereka sedang dalam kesempitan..

Terima kasih ya Allah telah melingkupiku dengan teman-teman terbaik..untuk membantuku..melewati halaman terburuk dalam lembaran perjalanan hidupku....

Luv u all
Allah meridhoi...

Published with Blogger-droid v2.0.10

Senin, 14 Oktober 2013

Diam

aku akan diam
Diam dalam dendam
Mengutukmu sepanjang umurku
Bersama perihnya assa yang yang kau injak injak

Tak akan ada lagi doaku
Sungguh kau pastikan itu
Untaian harap telah terburai menjadi mantra kelam
Yang akan menghampiri tidurmu
Mencekik membunuhmu perlahan
Dan bila aku mati nanti
Akan kuhampiri bayangmu..
Hingga kau menyadari
Kehadiranku yang kau permainkan

Ujung kulon. 13 oktober 13

Senin, 09 September 2013

sayap patah

sayapku patah..
Paruhku retak..
Hatiku hampa..

Han..kalo didunia ini ada yang namanya belati..maka itu adalah engkau..
Han..kalo didunia ini ada cinta maka itu adalah engkau.

Hancurkan...retakkan..hampakan..

Belatimu...cintamu..

Aku berdarah...tanpa arah.

Doaku semoga cintamu menumpulkan belatimu...





Kamis, 05 September 2013

Three Times a HOPE

Aku tahu Tuhan menguji kita dalam jarak dan waktu, namun hujan ini sebagai saksi; bahwa aku penyetiamu lebih dari kemarin dan seterusnya. 

Karena sejatinya setia; bukan pada mencintai sampai mati, tapi sekuat apa kita bertahan, dalam badai dan hujan
 
Hingga cincin ikatan dan nama mu yang ada di kitab Lauhul Madhfuz ku di sahkan oleh-Nya. Aaamiiin.


Rabu, 04 September 2013

Janji








Hari ini aku ingin lepas dari tubuh puisi. 
Menjadi seseorang yang benar-benar aku. 
Seorang yang sering menangis akhir-akhir ini. 
Menyakiti sajak-sajaknya sendiri.
Sebut saja aku, seorang yang mengartikan luka dan bahagia, dengan satu kata; air mata. 
Ya, tapi kali ini aku ingin berbicara tentang makhluk yang kau namai Perempuan.
Setiap perempuan pasti pernah terluka karena cinta.

Menangis, itu wajib. Tapi hanya wanita yang tau bagaimana menyembuhkan luka, menutupnya rapat-rapat, agar ia tak jatuh lagi pada lubang yang sama. 
Kita bukan perempuan, tapi kita adalah wanita; yang tak mungkin jatuh pada kesakitan yang sama  
Jika diukur dengan nilai maksimal 10, maka saat jatuh cinta, seorang perempuan hanya memakai 1 untuk logika, sisanya perasaan belaka  
Perempuan selalu membiarkan dirinya hanyut dengan perasaannya saat jatuh cinta, 
hingga logika tak lagi jadi pertimbangan. 

Hmm, apakah aku seorang wanita, atau perempuan?

Seseorang yang rela berulang dirajam kebodohan.

Karena masih membiarkan jendela terbuka lebar, sehingga luka bisa kapan saja mengunjungi dari sana. Membiarkan diri terpuruk pada kesalahan-kesalahan yang berulang.
“Karena, sebodoh inilah hati yang mencintai, tak mampu berpaling walau berulang dilukai”
 
Ucapkan selamat datang pada logika, jika cinta sudah tak lagi menyakitimu. Ucapkan selamat tinggal pada logika, jika kau terus mencintainya dengan buta

Cinta selalu menjadi kambing hitam saat kita merasa kesakitan. 

Bukankah semua pilihan ada di tangan kita, ketika harus memilih; tetap duduk menunggu demi rindu atau bangkit berdiri, kemudian melangkah pergi?
Tapi itulah kita; perempuan, menikmati kesakitan, menepikan logika saat berada di sisi lelakinya.
Kata wanita, terdengar lebih anggun dan matang, tapi perempuan sepertinya lebih cocok untuk menggambarkan dia yang terluka tapi masih mau bertahan.
Jadilah seorang wanita jika kau sudah mampu menggunakan logika dan bangkit dari luka.

Tapi jika hatimu tak mampu berpaling, biarkan rindu membuatmu tetap berada di situ, di sisi lelakimu. 
Bukankah kita sudah terbiasa menikmati sakitnya?

Kini Kamu Sebebas Merpati

Gamang menoreh merah hati ini
Mengabadikan kerinduan yang tak terwujud
Tidak ada lagi yang tersisa semenjak kau menjelma menjadi merpati
Selain kepak sayapmu yang membuat ranting patah-dan lepas

Di sisimu
Setiap hembus nafasku, adalah pengabdian
Yang takkan mampu kau bayar, dengan ribuan pelukan

Terbang…. Terbang saja kemana kau inginkan
sayang ini takkan pernah cukup buatmu..
rindu ini tak kan pernah mampu untuk kau baca
Kau beku di ketinggian
Tak bergeming

Tapi lihatlah sayang
Cintaku segila ini, melampaui batas, memeluk segala yang kau sebut abadi
 Mungkin setelah kau mengepakkan sayapmu tinggi-tinggi..mencari yang kau sebut pilihan
baru kau akan mengetahui...

betapa dalam rasa ini untukmu..


jakarta 5 September 2013
ketika kamu mulai jarang mengatakan..dulu, sekarang dan akan datang..