Rabu, 03 April 2013

Pilihan Terbaik Terkadang Adalah Menerima


My 19th March.

Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.” 
 
Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.

Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang.
 
Jingga di bahumu. Malam di depanmu. Dan bulan siaga sinari langkahmu. Teruslah berjalan. Teruslah melangkah. Kutahu kau tahu. Aku ada.
 
Semoga, bukan kenangan...karena kenangan tidak akan ada dipikiran kita...selalulah mejadi dulu, sekarang dan akan datang....hingga saatnya tiba..disaat jalan mendaki, dan kau menoleh kebelakang melihatku sambil tersenyum, diantara orang-orang yang sibuk dengan dirinya sendiri..menungguku..untuk jalan bersama....menuju dan kembali padaNya...amin

Kamis, 17 Januari 2013

Mengejar Bayangan...


Kucoba semua, segala cara
Kau membelakangiku
Kunikmati bayangmu
Itulah saja cara yang bisa
Untuk menghayatimu
Untuk mencintaimu

Sesaat dunia jadi tiada
Hanya diriku yang mengamatimu
Dan dirimu yang jauh disana
Ku tak kan bisa lindungi hati
Jangan pernah kau tatapkan wajahmu
Bantulah aku semampumu

Isyarat yang sanggup kau rasa
Tanpa perlu kau sentuh
Harapan, impian
Yang hidup hanya untuk sekejap
(rasakanlah) langit, hujan, detak, hangat nafasku

Hanya isyarat yang sanggup kau rasa
tanpa perlu kuucap

Itulah saja cara yang bisa...


sepi...dingin..gelap....
*hanya isyarat ..recto verso*

Jumat, 19 Juni 2009

My love is...

Mencintai seseorang bukanlah ketika dirimu berkehendak memiliki dirinya dengan mengatakan bahwa kau mencintainya, tetapi mencintai seseorang adalah ketika engkau siap melepaskannya demi bahagianya..
**
Mencintai seseorang bukan pula ketika dirimu berkehendak mendengarkan kebersediaannya mendampingimu untuk waktu yang engkau sendiri tak tahu akan halnya, tetapi mencintai seseorang adalah ketika dirimu merelakan dia untuk tidak berada disampingmu selamanya demi bahagianya..
**
Mencintai seseorang bukanlah ketika dirimu, dengan angkuhnya, menjadi penyebab menetesnya air mata dari kedua matanya, tetapi mencintai seseorang adalah ketika engkau memeluknya erat, melindungi dirinya dari perasaan kecewa dan sakit hati
**
Mencintai seseorang bukanlah ketika dirimu berada disampingnya ketika kau berjalan meniti hidup, tetapi mencintai seseorang adalah ketika dirimu merelakan tubuhmu, menjadi pilar yang melindungi dirinya, memastikan bahwa esok dia akan tetap bahagia, seperti terakhir kali kau lihat senyumannya..
**
Mencintai seseorang bukan suatu hal yang mudah dilakukan, maka itu sebelum kau putuskan untuk mencintai seseorang, pastikan bahwa kau cukup tangguh untuk menjadi orang yang rela melepasnya kelak, demi bahagianya...
**

Minggu, 09 Agustus 2009

Bermimpi

Aku menunggumu. Berderet kalimat paling normatif sekalipun. Tapi tidak. Kamu tidak menyapaku dengan cara yang paling sederhana sekalipun. Meski telah ku duga, berderak otak ini rasanya. Kamu benar-benar meminggirkan aku. Rupanya semua sudah selesai. Seperti memang seharusnya semua harus selesai.

Malam ini..dalam mimpiku...ku mengundangmu kembali, hanya sebentar ingin menyapa jiwamu. Apa kabar?..Lihat, aku tersenyum. Terheran-heran, mengapa kamu masih begitu hebat.

Aku mengingat air matamu. Perasaan memilikimu............ Rasa yang menghentak dadaku. Memelukku hingga berat nafasku, dan menyempitkan rongga jiwaku. Bisakah kelak, ku saksikan lagi wajahmu.....meski ku tak ada disitu. Meski kamu gak menyadari kehadiranku disitu. Tak apa jika ketika itu kamu bersama cintamu. Aku akan menyaksikanmu dari kegelapan, melihat kebahagiaanmu, meski itu neraka bagiku.

(hal 276....mudah2an berakhir sama at least serupa.....air itu menetes lagi..)

Minggu, 27 September 2009


Kekasih

Wahai diri yang masih gelisah.

Wahai diri yang dadanya masih keras membatu.

Wahai diri yang otaknya masih galau.


Diri yang telah berbilang tahun terkungkung dalam kepompong nafs.

Diri yang dari puasa ke puasa gagal bermetamorfosis menjadi Ar ruh.

Diri yang tahunan telah gagal berubah menjadi kupu-kupu akhirat.

Kupu-kupu yang mampu bercengkrama dengan para malaikat.

Kupu-kupu yang nyanyiannya "sami'na wa atha'na, kudengar dan kuta'ati..." .

Kupu-kupu yang menebarkan keriangan.

Kupu-kupu yang menyebarkan keindahan.

Kupu-kupu yang mengalirkan Rahmat Bagi Semesta Alam.

Namun apalah daya...

Tatkala tubuh islamnya baru mulai menggeliat,

Kealpaannya telah membekapnya kembali...

Tatkala sayap imannya baru mulai tumbuh,

Kelengahannya telah mematahkannya kembali...

Tatkala dada ihsannya baru mulai merekah,

Kkeangkuhannya telah menguncupkannya kembali...

Wahai diri yang kegelisahannya kembali membahana dengan deras.

Kegelisahan yang tak berujung seperti dulu-dulu.

Janganlah khawatir...

Selalu ada harapan...

Secarcah peluang masih membayang lembut didepan mata kita.

Setitik kesadaran masih menyapa relung hati kita.

Bahwa Allah masih tetap bersama kita.


Janganlah takut...

Karena Allah masih tetap Maha Pengasih dan Maha Penyayang.


Rabu, 14 September 2011

Mampukan Diduakan?




Knowing God is Knowing Your Self

If the God just want to be The Only one, is it possible for Us just to be the one?

Setiap Manusia, mengenal Allah dalam batas dan limpahan rahmatNya, mengenalinya lebih dekat dari urat nadinya sendiri.

Ketika kita tahu Allah Maha Esa ? Maha Satu? Tak maukah kita menjadikannya tauladan?

Ketika Allah merfirman di dalam Al-Qur’an Nikahilah wanita di antara kamu satu, dua, tiga, atau empat, namun niscaya tak sekalipun kamu mampu berbuat adil.

Ketika kita tahu Allah Maha Pencemburu, tak bisakah kita memandang satu, bahwa Allah ada dalam Fitrah manusia, dan tidak pernah mau diduakan.

Ketika Allah, meminta kita untuk tetap satu tujuan di hadapannya, mampukah kita menduakanNYa..(Syirik dan Kafir adalah dosa tiada banding, baginya menunggu Azab yang pedih).

Lalu bagaimana bisa kita menduakan sementara manefestasi sifat-sifatnya ada dalam fitrah kita sebagai manusia.

Kamis, 17 Juni 2010

Tangisan di waktu subuh..








Al Anbiya 89..

" Dan (ingatlah kisah)Zakaria tatkala ia menyeru pada Tuhannya, "Ya Tuhanku janganlah engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik"


Allah Ar Rahman Ar Rohim
Allah maha pengasih lagi penyayang

Tersedu2 saat mata membaca surah itu, terasa betapa sangat menyedihkan membayangkan dan merasakan hidup seorang diri, betapa meranggasnya hidup sendiri di tengah keramaian. Perasaan yang kemudian bercampur dengan logika seakan2 bertanya....Ya Allah..kenapa aku harus merasakan seperti ini...mengapa Engkau belum mengabulkan doa2ku, dan kalimat sejuta mengapa...

Kesedihan dan kedukaan yang seakan2 hanya kurasakan sendiri, mencari dan mencari...kadang ku merasa kuat, kadang juga ku merasa lumpuh...kalau saja Allah mengirimkan seseorang yang benar2 menyayangiku...yang tidak tega membiarkan aku sendiri berjalan dan merasakan kebahagiaan dan kegetiran hidup..ooh..dunia....

Namun saat ku tersadar, Allah menyukai orang yang sabar, Allah mengabulkan doa Nabi Yunus. Pada saat Nabi Yunus dalam kedukaan yang dalam, dan mengira Allah tidak akan mengabulkan doanya, Yunus berdoa "bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku termasuk orang2 yang zalim" dan Allah mengabulkan doanya, dan diselamatkan Allah untuk mengangkat kedukaannya..dan Allah juga mengabulkan doa2 orang yang sabar dan sholeh seperti Nabi Ayup dengan kesakitannya, Ismail, Idris, Zulkifli, Zakaria...subhanallah..


Ya Allah, aku termasuk orang2 yang zalim...ampuni aku ya Allah, yang tidak pandai sabar, namun mengharapkan seorang pendamping yang sabar...ampuni aku ya Allah yang tidak pandai bersyukur namun mengharapkan sesorang yang selalu dalam kebersyukuran,
ampunilah aku ya Allah yang tidak pandai beribadah kepadamu, namun mendambakan imam yang sholeh...ampuni aku ya Allah yang selalu egois namun mengharapkan seorang kekasih yang selalu berempati..ya Allah ampunilah aku karena menjadi orang2 yang zalim...

Kita ternyata memang sendiri, pada waktunya nanti aku juga harus menjalani kematian sendiri, menjalani pengadilan Allah sendiri, namun kehangatan Allah tidak akan membuat kita merasa sendiri.

Ya Allah maafkan aku yang terlalu manja ini.....